Jumat, 05 April 2013

Eksekusi Deki cs karena Dendam


Jakarta,      Motif 11 ang­gota Kopassus melakukan penyerangan ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 Maret lalu dipastikan untuk mem­balas dendam. Hal itu ter­kait dengan tewasnya Sersan Kepala Heru Santoso, anggo­ta Kopassus.

"Penyerangan merupakan akibat dari pembunuhan Sersan Kepala Heru Santoso. Pelaku bergerak dilan­dasi jiwa korsa (solidaritas kesatuan) yang tinggi dan semangat membela kehor­matan kesatuan," kata Ketua Tim Investigasi TNI AD Brigadir Jenderal Unggul K. Yudhoyono di Jakarta, kema­rin.

Santoso tewas dianiaya empat tersangka keributan di Hugo's Cafe, Sleman, pada 19 Maret lalu. Keempat tersangka, yakni Hendrik Angel Sahetapy (Deki), Yohanis Juan Manbait, Gameliel Yermiyanto, Rohi Riwu alias Adi, dan Adrianus Candra Galaja, menjadi kor­ban penyerangan para ten­tara itu.

Selain pembunuhan terha­dap Santoso, kata Unggul, pemicu pembalasan ini adalah kasus penganiayaan terhadap anggota Kodim 0735 Yogyakarta, Sersan Satu Sriyono, sehari setelah Santoso tewas. Penganiayaan ini diduga juga dilakukan kelompok Deki.

Unggul mengatakan 11 anggota Kopassus yang terli­bat dalam penyerangan ber­pangkat tamtama dan bintara. Mereka adalah anggota Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura. U berperan sebagai eksekutor, delapan membantu aksi, dan dua lainnya berusaha mence­gah penyerangan.

"Pelaku merasa berutang budi kepada Sersan Kepala Santoso. Dia pernah ditolong saat operasi militer," kata Unggul. Adapun Sriyono adalah teman seangkatan U.

U mendengar kabar tewasnya Santoso saat menjalani latihan militer di Gunung Lawu, Karang Anyar, Jawa Tengah. Bersama dua rekannya, U mengajak teman-temannya di markas Kandang Menjangan mela­kukan pembalasan.

Kuasa hukum penganiaya Sriyono, Hillarius, membantah anggapan bahwa kasus yang dihadapi klien­nya bersinggungan dengan penusukan terhadap Santoso. Tersangka penyerang Sriyono adalah Zainal Arifin Kabari. Zulhan Makmun, Januarius Ponis Putra, dan Marcelinus Bhigu. "Marcel disebut-sebut temannya Deki, padahal keduanya pernah berkelahi di Kafe Obor Yogyakarta setahun lalu," kata Hillarius. (ANANDA BADUDU | TRI ARTINING PUTRI | PITO AGUSTIN RUDIANA | ISTI), Sumber: Koran Tempo (05 April 2013/Jumat, Hal. 02)