Senin, 29 April 2013

LATIHAN PERANG GABUNGAN_TNI Kerahkan Peralatan Tempur Terbaik



Surabaya,   Sebanyak 42 ka­pal perang dari berbagai jenis milik TNI Angkatan Laut (AL) dikerahkan untuk mengikuti Latihan Gabungan TNI Tingkat Divisi 2013 yang berlangsung di Situbondo, Jawa Timur, 2-5 Mei 2013.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, kemarin me­mimpin gelar pasukan TNI AL sekaligus memastikan kesiapan tempur menyambut latihan perang berskala besar tersebut.

Kapal perang yang dikerah­kan di antaranya jenis perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, kapal selam, kapal cepat torpedo dan penyapu ranjau serta kapal pengangkut pasukan/peralatan tempur (landing ship tank/landing ship dock).

TNI AL juga mengerahkan 59 tank amfibi, terdiri atas 17 unit jenis BMP-3F, 33 unit BTR-50, 7 unit LVT-7A1, dan 2 unit BVP-2 dari Korps Marinir. Per­alatan itu dilengkapi dengan 2 roket multi laras RM-70/Grad, 4 meriam Howitzer 105 mm, dan lebih dari 2.000 pasukan tem­pur Marinir.

Sementara itu, Pusat Pener­bangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mengerahkan tiga pesa­wat cassa sebagai patroli mari­tim dan lima helikopter untuk kegiatan air surveillance.

"Kami menurunkan kekuat­an maksimal pada latihan gabungan kali ini. Total personel TNI AL yang terlibat mencapai sekitar 6.000 pasukan," kata Marsetio.

Secara keseluruhan, jumlah personel dari tiga matra yakni TNI AL, Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Udara (AU) yang terlibat dalam latihan gabungan ini mencapai 16.745 prajurit.

Menurut data yang dirilis Dinas Penerangan TNlAL, TNI AD akan mengerahkan 14 tank Scorpio,5 tank Stormer Apc dan 2 tank Stormer Co, 13 tank Amx, 21 meriam, 12 helikopter MI-17, 12 helikopter Bell, dan 3 Bolcow. Sedangkan dari TNI AU an­tara lain melibatkan 5 pesawat Sukhoi, 5 pesawat Hawk SPO, 5 pesawat F-16,5 pesawat Hawk PBR, 11 pesawat C-130, dan 2 pesawat B-737 Intai.

Sementara kemarin tiga he­likopter jenis Bell-412 EP me­nambah kekuatan TNI AL di udara. Tiga helikopter dengan nomor lambung HU-418, HU-419, dan HU-420 diserahkan langsung oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) dan siap di­operasikan.

Tiga helikopter tersebut diserahkan langsung oleh Dirut PT DI Budi Santoso kepada Asisten Logistik Mabes AL Lak­samana Muda Sru Handayanto. Tiga helikopter tersebut selan­jutnya diserahkan kepada Ko­mandan Puspenerbal Laksamana Pertama I Nyoman Nesa. (ihya ulumuddin/ant), Sumber Koran: Seputar Indonesia (27 April 2013/Sabtu, Hal. 16)