Rabu, 05 Juni 2013

Pedagang Pasar Minggu Dibekingi Oknum TNI


Penulis : Fabian Januarius Kuwado Selasa, 4 Juni 2013 | 20:54 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkap terjadinya pencurian listrik oleh pedagang di Pasar Minggu, ketika menertibkan para pedagang di daerah itu, Selasa (4/6/2013). Menurut Kadis PU OKI Jakarta Udar Pristono, seorang oknum TNI terlibat dalam pencurian listrik itu.

Dalam operasi itu, petugas Kadis PU merelokasi pedagang dari pinggir Jalan Pasar Minggu ke dalam area pasar. Ketika membongkar lapak itulah, petugas Dinas PU DKI Jakarta menemukan bahwa pedagang mendapatkan listrik untuk lapak mereka dengan cara mencuri. "Ternyata pas lagi dibongkar, ketahuan ada yang curi listrik. Lalu ada oknum TNI yang terlibat ikut marah-marah penertiban itu," ujar Udar kepada wartawan di Balaikota, Selasa (4/6/2013).

Menurut Udar, oknum TNI itu langsung ditahan dan kemudian diserahkan kepada Polisi Milter. Namun, Udar tak mengungkapkan identitas oknum TNI itu.

Operasi penertiban pedagang di Pasar Minggu merupakan bagian program "Pull and Push (Tarik dan Dorong)" dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta."Yang di-push ada tiga hal, PKL, angkot ngetem, dan parkir liar. Nah itu di pull. Ke mana? PKL ke dalam area pasar, angkot ke dalam terminal, dan membersihkan jalan dari parkir liar," ungkap Udar.

Untuk penertiban pedagang, Pemprov DKI meminta PD Pasar Jaya ikut terlibat dengan menyediakan lokasi di dalam pasar, khusus untuk pedagang yang sebelumnya berjualan di luar pasar.

Soal angkutan umum yang ngetem sembarangan sehingga membuat arus lalu lintas macet, Udar mengaku sudah merekayasa arus lalu lintas angkutan kota di dalam terminal. "Kalau parkir liar, akan kita tertibkan. Seperti contohnya di Tanah Abang, sehari kita angkut 50 mobil ke truk, dibawa ke kantor polisi biar pemiliknya kena tilang, jera mereka," pungkasnya. Editor: Tjatu Wiharyo