Rabu, 03 Juli 2013

Aksi Pantomim Warnai Sidang Cebongan


Selasa, 2 Juli 2013 | 13:49 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Seniman pantomim Yogyakarta, Jemek Supardi, menggelar aksi pantomim di halaman belakang Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Selasa (2/7/2013). Aksi dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada Kopassus karena telah memberantas preman yang ada di Yogyakarta.

Dengan membawa bunga mawar dan 12 burung merpati, Jemek mementaskan pantomim karyanya, yang berdurasi sekitar 10 menit. Beberapa elemen masyarakat yang hadir di persidangan juga menyertai pementasan pantomim Jemek Supardi.

"Burung merpati melambangkan kebebasan, artinya bebaskan para terdakwa anggota Kopassus dari dakwaan tindakan berencana," ujar Jemek, Selasa.

Jemek mengungkapkan, bunga mawar sebagai ucapan terima kasih kepada 12 terdakwa Kopassus. Dia beralasan, pasca-penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Cebongan, Sleman, oleh sejumlah personel Kopassus, aksi premanisme di Yogyakarta menjadi berkurang. Bahkan, wilayah yang sering terjadi konflik, seperti Babarsari, bisa kembali aman.

"Ini sebagai ucapan terima kasih karena sudah membersihkan Yogya dari preman," ungkap Jemek.

Jemek beserta beberapa elemen masyarakat memberikan bunga mawar kepada beberapa terdakwa yang berada di sel Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta. Setelah itu, mereka beserta beberapa anggota Kopassus melepaskan 12 burung merpati di depan pintu utama pengadilan.

Seperti diberitakan, hari ini berlangsung sidang lanjutan kasus penyerangan LP Kelas IIB Cebongan Sleman dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

Sebanyak 12 anggota Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus penyerangan LP Klas IIB Cebongan, Sleman, pada 23 Maret 2013.

Mereka menembak mati 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta yang merupakan tersangka penganiayaan yang menewaskan seorang anggota TNI AD, Serka Santoso, di Hugo's Cafe Yogyakarta.

Keempat tahanan, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu, ditembak di hadapan puluhan narapidana.