Senin, 15 Juli 2013

Semua Lapas di Sumut Over Kapasitas_Empat Napi Teroris Masih Berkeliaran


MEDAN - Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut Amran Silalahi mengakui hampir keseluruhan Lembaga Pemasya­rakatan (Lapas) di Sumatera Utara (Sumut) mengalami over kapasitas. Bahkan kondisi yang over kapasitas ini mencapai 200 persen dari yang seharusnya. Bahkan kondisi over kapasitas yang terjadi selama ini ti­dak bisa diatasi dengan cepat karena kekurangan dana.

Sehingga membuat penghuni Lapas membludak hampir di semua daerah di Sumut. "Iya, kita mengakui semua Lapas di Sumut mengalami over ka­pasitas. Bahkan mencapai 200 persen dari jumlah penghuni yang seharusnya," terangnya saat ditemui di lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Minggu (14/7). Dengan kondisi over kapasitas ini, kata Amran juga, tidak sebanding dengan jumlah petugas lapas (sipir) yang ada.

Dia menambahkan untuk me­nampung semua narapidana pas­ca kerusuhan ini, pihaknya melakukan pembangunan Lapas secara cepat. "Pembangunan yang baru ini, akan dikebut. Mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu satu Minggu. Memang banyak sarana dan prasarana mengalami kerusa­kan terutama di bagian adminis­trasi, ruang Kalapas dan lainnya. Untuk pembangunan ini juga, kita akan dibantu oleh TNI," tegasnya.

Dia membenarkan petugas kepo­lisian sempat menangkap lima orang yang diduga sebagai narapidana. "Tadi malam ada diamankan lima orang yang diduga sebagai napi yang kabur. Saat ditangkap di Deli serdang, mereka tidak punya KTP. Untuk membuktikan mereka napi atau ti­dak, maka dibawalah mereka ke Lapas. Tapi ternyata mereka bukan napi yang kabur itu. Jadi pagi nya dilepaskan kembali," urainya.

Pasca kerusuhan di Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan itu, petugas mulai membenahi segala fasilitas yang mengalami kerusakan serta membersihkan bekas-bekas pem­bakaran dan sampah dalam kerusuhan dalam peristiwa itu. Jumlah pengamanan lebih diperketat dengan melibatkan 217 petugas gabungan diantaranya personel TNI 100 orang, Lapas 19 petugas, dan Polisi 95 orang.

Di areal Lapas lanjung Gusta pasca kerusuhan ini kondisinya sudah mulai kondusif. Para petugas tampak sudah sibuk melakukan perbaikan-perbaikan. Petugas dari TNI-Polri masih menjaga ketat Lapas tersebut. Bahkan di bagian depan Lapas dipa­sang spanduk besar bertuliskan tidak ada jam besuk untuk semua keluarga tahanan. Semua warga maupun wartawan yang hendak melakukan peliputan tidak diperkenankan me­masuki Lapas.

Pihak Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan juga menyediakan posko layanan masyarakat dimana bagi warga binaan permasyarakatan yang akan menyerahkan diri ke Lapas, masyarakat yang akan menginfor­masikan keberadaan warga binaan yang melarikan diri dan keluarga yang ingin mengetahui informasi mengenai keluarganya yang berada di Lapas dapat menghubungi petu­gas Sahat Philips Parapat dengan nomor 08127087979.

Terpisah, Kakanwil Kemenkumham Sumut Budi Sulaksana melalui Kabid Pembinaan Lapas Tanjung Gusta Klas I Medan Bagus Kumiawan mengatakan setidaknya ada 77 na­rapidana kabur yang telah diaman­kan petugas kepolisian. "Diantaranya yang diamankan Polresta Medan ada 29 tahanan, yang ditangkap Polres Pelabuhan Belawan ada 41 narapidana, diamankan oleh Polres Langkat sebanyak 5 orang, Polres Siantar mengamankan 1 orang na­rapidana dan Polres Aceh Timur mengamankan 1 orang narapidana," ucapnya.

Untuk narapidana yang menyerah­kan diri ke Lapas Tanjung Gusta Medan ada 18 orang. Dimana 10 orang narapidana dititipkan ke Lapas Klas IIA Anak Medan diantaranya Syamsuddin, Syahril Sembiring, Yosep Roni Sinaga, Sumadi Sembiring, Judsi Subroto, Helfan Santoso Saragih, Togar Firdaus Aritongang, Taufik Abdillah Nasution, Adam Chalik Hasibuan, dan Joni Samosir.

Dia menjelaskan adapun narapi­dana teroris yang tidak melarikan diri adalah Marwan alias Wak Geng, M Khoir, Suryadi alias Sa'ad, Pamriyanto alias Suryo, Gema Ramadan. Sedangkan narapidana teroris yang telah tertangkap oleh pihak aparat kepolisian diantaranya Beben, Paujan, Abu Azzam alias Jumiren, Jaja Miharja dan Anton Surjawo yang melakukan perlawanan kelika ditangkap.

"Tapi narapidana teroris yang sam­pai saat ini belum tertangkap ada empat orang diantaranya Fadli Sadama, Agus Sunyoto alias Gaplek, Abdul Gani, dan Nibras alias Arab. Untuk penyebaran foto sampai saat ini kita masih berkoordinasi dengan Mabes Polri," urainya. (far/jpnn), Sumber Koran: Indo Pos (15 Juli 2013/Senin, Hal. 06)