Jumat, 23 Agustus 2013

DPR Minta Calon Panglima TNI Perhatikan Keamanan di Perbatasan



Kamis, 22 Agustus 2013 07:48 wib


JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, berharap Jenderal Moeldoko memiliki rencana strategis saat resmi menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Saya berharap Jenderal Moeldoko memiliki rencana strategis (dengan membuat) terobosan untuk meningkatkan profesionalisme TNI, keamanan perbatasan, dan kesejahteraan prajurit," kata perempuan yang akrab disapa Nuning itu saat dihubungi Okezone, Rabu 21 Agustus malam.

Terkait kesejahteraan prajurit, Susaningtyas melanjutkan, Moeldoko jangan mengartikan sekadar menambah gaji atau tunjangan semata. "Tapi pemenuhan kebutuhan (prajurit) dalam menjalankan tugasnya serta (pemenuhan kebutuhan) alutsista, dan lain-lain," ujarnya.

Moeldoko merupakan kandidat tunggal Calon Panglima TNI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan Moeldoko ke DPR, dan setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan, politisi Senayan setuju Kepala Satuan Angkatan Darat itu menjadi Panglima TNI yang baru.

Moeldoko menjadi sorotan karena dalam Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), yang bersangkutan memiliki kekayaan lebih dari Rp36 miliar. Moeldoko mengaku kekayaannya itu didapat, antara lain, dari warisan mertua. "Memangnya TNI enggak boleh kaya," kata dia di Gedung DPR.

Terkait hal ini, Susaningtyas menilai Moeldoko sebagai prajurit yang bersih. "Saya kenal lama. (Dia) bagus, cerdas, dan (seorang) konseptor. Dia lagi selesaikan disertasi doktornya," ungkap legislator Partai Hanura tersebut.