Rabu, 28 Agustus 2013

Sisihkan Gaji demi Warga Miskin, TNI Ini Raih Penghargaan



Senin, 26 Agustus 2013 | 22:59 WIB


KEFAMENANU, KOMPAS.com — Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kopral Satu Benyamin Balok mendapat penghargaan atas kebaikannya membagikan 10 bingkisan kepada keluarga miskin di tiga wilayah binaannya, yakni Desa Banain A, Banain B, Banain C, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Penghargaan langsung diserahkan Komandan Kodim (Dandim) 1618 TTU Letnan Kolonel Arm Eusebio Hornai Rebelo dalam upacara penyerahan bantuan empat sepeda motor untuk empat babinsa di daerah terpencil, Senin (26/8/2013).

"Kita selalu memberikan reward dan punishment. Artinya, prajurit terbaik kita akan hargai tugas yang dilakukan, dan yang melanggar maka kita akan memberikan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI AD. Saya merasa bangga ketika diberitakan di media bahwa ada prajurit saya yang melakukan tugas yang melebihi tugas-tugas yang rutin," kata Dandim 1618 TTU Letnan Kolonel Arm Eusebio Hornai Rebelo.

"Artinya dia punya naluri kepekaan terhadap kesulitan masyarakat dan warga binaannya sehingga dia bisa mengambil inisiatif sendiri untuk membantu. Ini luar biasa, prajurit ini mau berkorban kepada masyarakat yang memang sedang dalam kesulitan. Ini yang kita harapkan agar semua prajurit bisa seperti itu," lanjut Eusebio.

Benyamin Balok mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan untuk desa binaannya dari Kodim 1618 TTU.

Diberitakan sebelumnya, Babinsa Kopral Satu Benyamin Balok menyisihkan uang gajinya untuk membantu warga desa binaannya, yakni Banain A, Banain B, Banain C di Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara. Gaji Benyamin dengan pangkat kopral satu sudah pasti tidak terlalu besar. Namun, dia masih bisa menyisihkannya demi membantu warga miskin di tiga desa yang berbatasan dengan Distrik Oecussi, Timor Timur, itu.

Benyamin membagikan 10 bingkisan keluarga miskin bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ke-68 RI, Sabtu (17/8/2013) lalu. Bingkisan itu terdiri dari lima kilogram beras, delapan bungkus mi instan, satu botol minyak goreng, garam, kopi, dan gula.

Benyamin mengatakan, langkahnya memberi bantuan ala kadarnya itu merupakan inisiatif pribadi dan bukan perintah jajarannya. "Saya sudah anggap mereka orangtua saya, selama ini saya bergaul dan hidup bersama mereka di kampung. Saya tahu kesusahan yang mereka alami. Saya tidak tega melihat mereka susah," kata Benyamin.

Benyamin menuturkan, 10 keluarga yang menerima bingkisan adalah mereka yang sudah tua dan tinggal seorang diri. "Kebanyakan dari mereka sudah sangat tua dan tidak mampu bekerja lagi untuk mencari nafkah. Rumah yang mereka tinggali bahkan tidak layak huni sebab sudah reot, miring; dengan atap ilalang yang berlubang serta berdinding belahan bambu," papar Benyamin.

"Semiskin apa pun, mereka masih bagian dari warga negara Indonesia. Hari ini kita rayakan HUT ke-68 RI. Ini bingkisan saya untuk mereka," tambah mantan anggota TNI Kesatuan Yonif 745 semasa Timor Timur masih menjadi bagian dari NKRI tersebut. (Editor : Farid Assifa)